Mobil Nggak Mau Nyala? Jangan Panik!, Inilah Penyebab Yang Sering Diremehkan

Mobil Nggak Mau Nyala? Jangan Panik!, Inilah Penyebab Yang Sering Diremehkan

Pernah gak sih mengalami mobil yang tiba-tiba nggak mau nyala, padahal kemarin masih normal? Kondisi ini seringkali terjadi dan mengganggu aktivitas. Faktanya, salah satu penyebab yang paling sering diremehkan dan paling sering terjadi yaitu aki mobil yang sudah melemah. 

Aki merupakan komponen utama dalam kendaraan roda empat yang memiliki peran penting seperti menyuplai energi listrik untuk menghidupkan mesin melalui starter. Jika kondisi aki lemah atau rusak maka arus listrik yang diberikan tidak cukup untuk starter / menyalakan mobil dan menandakan bahwa tegangan dan daya simpan aki sudah menurun. Maka dari itu, pada artikel ini kita akan menganalisis penyebab aki mobil yang sudah melemah, tanda-tanda aki sudah mulai rusak dan perbaikannya. 

Berikut identifikasi penyebab dan solusi aki mobil yang cepat rusak:

1. Mobil yang jarang dipakai

Mobil yang jarang digunakan atau dioperasikan akan mengalami aki soak yang menimbulkan mobil sulit atau tidak bisa distarter, lampu redup, dan klakson melemah. Mobil yang jarang digunakan akan membuat aki tidak dapat melakukan pengisian ulang daya aki secara rutin dari alternator. Maka dari itu solusi yang dapat diberikan ialah rutin menghidupkan dan menggunakan mobil. Untuk mobil yang jarang digunakan sebaiknya dihidupkan secara berkala atau dipanaskan minimal 2-3 kali seminggu selama 10-15 menit dalam kondisi Idle / RPM 1000-1300

2. Penggunaan aksesori listrik dalam mobil yang berlebihan

Banyak pemilik yang menambahkan aksesori seperti sistem audio besar, lampu tambahan, dan tidak dihitung secara tepat sehingga menjadi beban tambahan. Maka dari itu kita harus memastikan kapasitas aki dan sistem kelistrikan mobil agar tidak melebihi kemampuan mobil. 

3. Usia aki yang telah tua

Aki memiliki batas umur pemakaian, umumnya sekitar 1,5-2 tahun (tergantung cara pakai, jenis aki dan merawatnya). Seiring bertambahnya pemakaian aki, pelat aki akan mengalami penurunan kemampuan. Aki yang sudah tua biasanya ditandai dengan starter yang lambat, tegangan yang tidak stabil, dan kebutuhan pengisian ulang yang lebih sering. Pilihan terbaik adalah ganti aki baru. Jika memaksakan penggunaan aki tua berisiko menyebabkan mobil mogok secara tiba-tiba. 

4. Air Aki Berkurang atau Habis

Pada aki khususnya aki basah yang cairannya berfungsi sebagai reaksi kimia untuk menghasilkan listrik jika airnya berkurang dan tidak segera melakukan penambahan cairan elektrolit akan berakibat korosi dan kerusakan permanen. Maka dari itu untuk pengguna aki basah wajib melakukan pemeriksaan setiap 1-2 bulan sekali.

5. Panas Mesin dan Getaran Berlebih

Suhu mesin yang tinggi saat berkendara akan berdampak buruk pada aki. Panas ini mempercepat reaksi kimia yang ada di aki sehingga mempercepat proses degradasi, Hal ini memerlukan pengecekan sistem pengisian listrik secara berkala, terutama alternator. 

6. Alternator yang tidak berfungsi optimal

Salah satu penyebab aki cepat habis adalah sistem pengisian daya yang bermasalah khususnya alternator. Jika alternator bermasalah maka putaran tidak stabil belt kendor, mobil sulit dihidupkan, dan komponen internal rusak maka pengisian aki tidak maksimal. Permasalahan pada alternator juga menyebabkan umur atau durasi pemakaian aki jadi lebih boros dan cepat rusak. Cara kita mengetahui alternator bermasalah bisa seperti lampu indikator aki menyala terus menerus dan aki tekor meskipun sudah ganti baru.

7. Aki tidak sesuai spesifikasi mobil

Menggunakan aki yang kapasitasnya dibawah standar atau melewati kapabilitas mesin bisa membuat aki cepat habis / rusak karena tidak sanggup memenuhi kebutuhan kelistrikan mobil, terutama pada mobil modern dengan banyak fitur elektronik. Maka dari itu harus periksa kondisi alternator secara rutin, termasuk belt penggerak dan output tegangannya. Maka dari itu pemilihan aki harus tepat agar membantu sistem kelistrikan bekerja optimal dan mencegah kerusakan dini.

8. Kualitas Aki yang Kurang Baik atau Tidak Sesuai Spesifikasi

Aki dengan kualitas yang baik tentunya akan mengoptimalkan kinerja mesin, aki dengan kualitas rendah atau tidak sesuai standar akibatnya, aki jadi lebih cepat mengalami penurunan performa dan tidak tahan terhadap beban listrik kendaraan. Maka itu harus mencari toko yang menjual aki yang terverifikasi dan terpercaya yaitu : Shop&Drive dan Astra Otoservice.

Ada pepatah Sedia Payung Sebelum Hujan, kenali tanda-tanda kerusakan pada aki atau aki harus diganti pada kendaraan bermotor agar tidak mengalami kerugian!

1. Menurunnya kinerja komponen kelistrikan kendaraan

Aki bertugas menyuplai energi listrik untuk menghidupkan mesin melalui motor starter, klakson, AC, lampu indikator, dll. Maka kita dapat mengetahui kinerja komponen tidak maksimal seperti starter atau menghidupkan mesin terdengar lemah atau susah, lampu utama redup, klakson yang terdengar lemah

Indikator Aki yang Menyala

Over Charge

Muncul bau menyengat dari ruang mesin. Bau tersebut menandakan adanya reaksi kimia di dalam aki akibat overcharge atau kerusakan internal. Secara fisik, kita dapat melihat dari aki yang terlihat mendidih / kontainernya menggembung atau mengalami kebocoran cairan.

Under Charge

Mengakibatkan aki yang terisi tidak maksimal, sehingga arus yang disimpan tidak maksimal, efeknya mobil sulit nyala, komponen kelistrikan menjadi lemah

2. Tegangan Aki 

Volt yang normal sekitar 12,1 - 12,4 volt. Jika voltasenya sedikit menurun sekitar 12 volt masih tergolong aman dan bisa digunakan tetapi jika dibawah 12 volt maka perlu charge atau penggantian aki.

Jika sudah mendapati salah satu ciri-ciri diatas, sebaiknya segera melakukan pengecekan, penggantian dan perawatan. Kita dapat mengatasi kerusakan aki dengan fokus pada perawatan aki sesuai jenis aki yang ada. Waktu penggantian aki dan kebersihan aki menjadi salah satu kunci untuk ketahanan aki. Waktu penggantian aki dapat dilihat dari jenis aki nya, pada umumnya pergantian aki dapat dilakukan 1,5 - 2 tahun. Terminal aki yang kotor atau berkarat dapat menghambat arus listrik.

Tuliskan Komentar Anda

Artikel Terkait

 

Subscribe

Dapatkan Informasi Terbaru dari Kami seputar promo dan artikel yang menarik